Sistem Basis Data
Review Arsitektur Sistem Basis Data
Arsitektur atau dalam kata dasarnya, Struktur artinya komponen-komponen apa yang ada dalam suatu sistem dan fungsi masing-masing komponen tersebut, serta bagaimana inter-relasi dan interaksi antar komponen dalam sistem tersebut. Dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa secara garis besar Basis Data memiliki susunan atau arsitektur sebagai berikut:
– DBMS (Data Base Management System) : bagian dari perangkat lunak yang bertanggungjawab dalam create, read, update, delete record atau mengelola basis data.
– DDL (Data Definition Language) : yang dipakai oleh DBMS untuk secara fisik menetapkan jenis record, field dan struktur hubungannya.
– DML (Data Manipulation Language) : dipakai untuk membuat, membaca dan meng-update record dalam basis data, dan melakukan navigasi antara record-record yang berbeda.
– Metadata (Data yang menjelaskan data lain) : seperti merekam dan mendefinisikan field, sinonim, hubungan data, aturan validasi, pesan pembantu, dan sebagainya.
Dalam berbagai macam arsitektur/susunan tersebut diperlukan sebuah Standarisasi demi membentuk Reference Architecture. Standarisasi tersebut diantaranya:
- Berdasarkan Komponen:
Inter-relasi antar komponen yang masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda-beda.
- Berdasarkan Fungsi:
Penyediaan fungsi-fungsi/fasilitas-fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan user yang berbeda-beda. Strukturnya kebanyakan berbentuk hirarkhi, sesuai klasifikasi user, contohnya ISO/OSI model.
- Berdasarkan Data:
Karena data merupakan sumber daya utama yang di-manage oleh DBMS, maka pendekatan ini menjadi pilihan yang tepat untuk melangkah lebih jauh ke proses standardisasi. Penyediaan beberapa tipe data dan arsitektur sistem ditekankan pada penyediaan fungsi berdasarkan klasifikasinya yang dapat menggunakan tipe-tipe data pada masing-masing klasifikasi.
Arsitektur sistem yang berbasis organisasi data. Menurut ANSI/Sparc, arsitektur basis data terbagi atas tiga level yaitu :
1. Tingkat eksternal (external level)
Tingkat eksternal merupakan cara pandang pemakai terhadap basis data. Pada tingkat ini menggambarkan bagian basis data yang relevan bagi seorang pemakai tertentu. Tingkat eksternal terdiri dari sejumlah cara pandang yang berbeda dari sebuah basis data. Cara pandang secara eksternal hanya terbatas pada entitas, atribut, dan hubungan antar entitas (relationship) yang diperlukan saja. contoh beberapa jenis pengguna basis data:
a. Programmer : bahsa yang digunakan adalah bahasa pemrograman seperti Java,C,COBOL dll.
b. End user : bahasa yang digunakan adalah bahasa query atau menggunakan fasilitas yang tersedia pada
program aplikasi. Pada level ini user dibatasi pada perangkat keras maupun lunak yang digunakan pada
basis data.
2. Tingkat konseptual (conceptual level)
Tingkat konseptual merupakan kumpulan cara pandang terhadap basis data. Pada tingkat ini menggambarkan data yang disimpan dalam basis data dan hubungan antara datanya.
3. Tingkat Internal (Internal level)
Tingkat internal merupakan perwujudan basis data dalam computer. Pada tingakat ini menggambarkan bagaimana basis data disimpan secara fisik didalam peralatan strorage yang berkaitan erat dengan tempat penyimpanan/physical storage.
Tingkat internal memperhatikan hal-hal berikut ini:
- Alokasi ruang penyimpana data dan indeks
- Deskripsi record untuk penyimpanan (dengan ukuran penyimpanan untuk data elemen)
- Penempatan record
- Penempatan data dan teknik enscryption.
Arsitektur DBMS
Arsitektur data menjadi sebuah sumber bisnis pada sebuah lingkungan basis data. Database arsitektur mengacu pada teknologi database yang menckup database engine, database utility, alat CASE database untuk analisa dan desain, dan alat pengembangan aplikasi database.
Arsitektur Basis Data dibangun menggunakan format paket bahasa yaitu DDL, dan DML.– DDL (Data Definition Language), yang merupakan satu paket bahasa DBMS yang berguna untuk melakukan spesifikasi terhadap skema basis data. Contoh perintah DDL misalnya, Create Table, Create Index, DML (Data Manipulation Language), yang merupakan satu paket DBMS yang memperbolehkan pemakai untuk mengakses atau memanipulasi data sebagaimana yang telah diorganisasikan sebelumnya dalam model data yang tepat. Dengan DML kita akan dapat :
o Mengambil informasi yang tersimpan dalam basis data.
o Menyisipkan informasi baru dalam basis data.
o Menghapus informasi dari tabel.
Tipe File
Tipe-tipe file yang digunakan dalam DBMS dibedakan menjadi :
• File Induk (master File)
• File Transaksi (transaction file)
• File Laporan (Report file)
• File Sejarah (history file)
• File Pelindung (backup file)
.png)